Minggu, 12 Agustus 2012

PETA MUDIK LEBARAN 2012 | DOWNLOAD


PETA MUDIK LEBARAN 2012 | Download Peta | Info MudikLebaran 2012 | Arus Mudik Lebaran 2012 | Info Arus Mudik Lebaran 2012 | Rute Mudik 2012 | Jalur Mudik Sumatra 2012 | Peta Arus Mudik 2012 | Peta Mudik Lebaran 2012.

Saaudara ku, tak terasa sebentar hari Raya Lebaran atau Idul fitri 1433H. Seperti biasa, Lebaran itu identik dengan fenomena mudik,  bertemu dan berkumpul dengan keluarga. Saat mudik inilah yang banyak dinantikan, khususnya para pendatang yang merantau ke kota-kota besar yang jauh dari tempat tinggalnya. 


Untuk itu sengaja saya sediakan untuk anda semua (pemudik) peta jalur mudik lebaran yang berisi jalur mudik, peta yang saya sediakan di bawah ini yaitu untuk arus pulau jawa-Bali dan sumatra Peta Mudik Lebaran 2012 atau Idul Fitri 1433 H. 


Anda semua bisa Download Peta Mudik Lebaran 2012 disini . Sebagai informasi anda dalam perjalanan mudik ke kampung halaman tujuan anda masing-masing. Peta mudik Lebaran 2012 ini dalam bentuk gambar jpg dan file fdp, yang di lengkapi juga info-info penting seperti kantor polisi, rumah sakit dan rute jalur mudik.

Nah andapun bisa mendapatkan peta mudik disini dengan mengeklik link di bawah ini,
Sesuai nama tujuan yang anda tuju:


Oke, semoga ap yang saya sajikan di atas bermanfaat untuk semuanya, terutama untuk anda yang akan melakukan perjalanan mudik ke kampung halamannya masing-masing. Dan mohon maaf atas keterbatasan atas info yang dapat saya hadirkan saat ini. Semoga perjalan anda bisa selamat sampai tujuan, Amiin.

Kapan Hari Raya Idul Fitri 2012?


Kapan Hari Raya Idul Fitri 2012 - Perbedaan penetapan hari pertama Puasa 2012 kemarin antara NU dan Muhammadiyah juga akan berdapak pada penetepan 1 Syawal 1433 H atau Hari Raya Idul Fitri 2012. Seperti diketahui pada penetapan hari pertama puasa kemarin, Muhammadiyah memulai pada tanggal 20 Juli 2012, sementara versi Pemerintah dan NU memulai puasa pada 21 Juli 2012.

Hari Raya Idul Fitri 2012 versi Muhammadiyah

Untuk menjawab pertanyaan tentang kapan Hari Raya Idul Fitri 2012, maka sebagai jawabanya tidak terlalu pasti, namun khusus untuk Muhammadiyah, secara resmi telah menetapkan 1 Syawal 1433 H jatuh pada hari Ahad Kliwon, 19 Agustus 2012. Penetapan ini sendiri adalah berdasarkan keputusan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang dirilis oleh Detikcom, Jumat, 10/08/2012.

Seperti yang disebutkan oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Dr H. Agung Danarto, bahwa penetapan 1 Syawal 1433 H adalah tanggal 19 Agustus hari Ahad Kliwon.

"Pada tanggal 19 Agustus hari Ahad Kliwon itu kami menginstruksikan kepada warga Muhammadiyah dan mengajak umat Islam umumnya untuk menunaikan salat Idul Fitri," ujarnya kepada wartawan.

Adapun dasar penetapan Hari Raya Idul Fitri 2012 menurut Muhammadiyah adalah berdasarkan ijtimak jelang Syawal 1433 H terjadi pada hari Jumat Pon 17 Agustus 2012 pukul 22:55:50 WIB. Tinggi bulan pada saat terbenamnya matahari di Yogyakarta, -7 derajat 48' = 110 derajat 21' BT adalah -04 derajat 37' 51" hilal belum wujud.

Hari Raya Idul Fitri 2012 versi Pemerintah

Sejauh ini belum ada informasi resmi terkait kapan penetapan Hari Raya Idul Fitri 2012 versi pemerintah. Informasi terkait penetapan 1 Syawal 1433 H versi Pemerintah akan diupayakan agar segera diupdate melalui blog ini, bila informasi tersebut nantinya secara resmi telah dirilis.

Hari Raya Idul Fitri 2012 versi NU

Sama halnya dengan penetapan Hari Raya Idul Fitri 2012 versi pemerintah, maka penetapan 1 Syawal 1433 H versi NU juga sampai saat belum ada didapatkan informasinya. Informasi tersebut secepatnya akan diupayakan diupdate melalui blog ini, bila informasinya telah dirilis secara resmi oleh pihak NU.

Jelang Idul Fitri, Warga Berburu "RB" hingga Sahur


KOLAKA, KOMPAS.com — Selain memiliki kualitas yang tepercaya dan harga terjangkau, pakaian bekas yang berasal dari berbagai negara di Asia dan Eropa menjadi incaran ratusan warga Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, menjelang hari raya Idul Fitri mendatang.
Mereka rela menghabiskan waktu semalam suntuk untuk berburu pakaian bekas (RB, istilah lokal) di pasar senggol dadakan yang berada di sepanjang tepi pantai belakang pasar sentral Kolaka.
Harmina yang sudah dua malam terakhir menjadi pengunjung tetap pasar senggol tersebut mengatakan, keberadaan para penjual itu sangat membantu dirinya bersama beberapa temannya.
"Baru tahun ini para penjual RB buka malam hari, bahkan sampai sahur. Kalau dulu kan mereka hanya buka dari pagi sampai siang, itu pun tempatnya di pasar sentral. Sekarang tempatnya berbeda. Yang jelasnya asyiklah bisa jalan-jalan ke pantai sambil berbelanja," ungkapnya, Minggu (12/8/2012).
Dia juga menambahkan, walaupun relatif murah, barang bekas tersebut tetap memiliki kualitas yang baik, bahkan lebih baik jika dibandingkan dengan barang-barang yang dijual di toko.
"Yang jelasnya adalah kepuasan tersendiri kalau kita berbelanja di sini. Ada seni berburu yang kita rasakan," tambahnya.
Sementara itu, para penjual pakaian bekas pun mengaku kalau omzet mereka bertambah hingga 50 persen.
Hari biasa mereka hanya bisa mendapat omzet Rp 300.000 hingga Rp 500.000, tetapi saat Ramadhanbisa meningkat hingga 30 persen. Ilham, misalnya, mulai dari buka puasa hingga sahur bisa meraup sampai Rp 1 juta.
"Kalau hari seperti ini kan lagi banyak pembeli, saya bisa dapat sampai Rp 1 juta lebih. Saya buka hingga sahur. Nanti setelah makan sahur, baru kita tutup. Kalau harganya paling mahal itu Rp 100.000 ribu, tapi kondisi setengah baru dan merek terkenal. Yang biasa kita jual hanya Rp 30.000 saja," tegasnya.
Barang bekas tersebut dipasok dari beberapa daerah yang ada di Indonesia, seperti Batam, Kalimantan, dan Kota Parepare.

Pisang Songgo Langit Kembang - Sintru

JIBI/SOLOPOS/Indah Septiyaning W
POHON PISANG–Warga tengah menyaksikan pohon pisang yang aneh dengan buah berbentuk seperti piramida menjulang ke atas di lahan perkebunan di Dusun Sintru, Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Senin (15/8/2011). 


Sumber : http://www.harianjogja.com/2011/feature/pohon-pisang-111463

Petilasan Prabu Brawijaya V Di Karangpandan, Karanganyar


Permakaman Umum Onggojoyo yang terletak di Sintru, Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar mungkin bagi masyarakat awam merupakan permakaman biasa. Siapa sangka salah satu bagian dari permakaman ini memiliki arti penting dan bersejarah. Salah satu bangunan di permakaman ini merupakan petilasan Prabu Brawijaya V atau Raja Majapahit yang memilih menyepi ketika Kerajaan Majapahit runtuh.
BERSEJARAH -- Petilasan Prabu Bariwijaya V kini dilindungi bangunan sederhana yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat.(JIBI/SOLOPOS/Indah Septiyaning Wardani)
Bangunan petilasan ini dinamakan Onggojoyo yang berasal dari kata onggok dan joyoyang artinya tempat kecil dan berjaya. Dari Onggojoyo itulah Brawijaya mendapatkan wahyu atau petunjuk, membangun Candi Sukuh dan Candi Cetho. Kedua candi itu merupakan peninggalan Hindu terakhir zaman kejayaan Majapahit di wilayah Jawa bagian tengah. Bangunan ini pada awalnya berupa sebuah onggokan tanah dengan ukuran yang tidak begitu besar dan diyakini sebagai tempat bersemedinya Prabu Brawijaya.
Onggokan atau gundukan tanah tersebut kini berada di dalam naungan sederhana yang dikelilingi pagar tembok. Sayangnya kondisinya kurang terawat. Padahal seandainya tempat ini dirawat dengan lebih baik dan dilengkapi dengan papan-papan keterangan mengenai riwayatnya, pasti bisa menjadi objek wisata yang bagus.
Kini tempat petilasan bersemedinya Prabu Brawijaya tersebut telah menjadi tempat permakaman umum bagi warga Dusun Sintru, Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan. Namun demikian meski aura mistis tak sekuat pada masa lalu, tempat ini selalu ramai dikunjungi sebagian orang pada hari-hari tertentu untuk bersemedi atau menepi. Hal ini tampak dari dalam bangunan yang terdapat sejumlah sesajen seperti kembang setaman dan dupa yang diletakkan di salah satu bagian sudut petilasan.
Selain itu juga di salah satu bagian tak jauh dari tempat petilasan juga dibangun bangunan seperti pendapa yang diperuntukkan bagi orang-orang yang akan melakukan semedi atau bertapa seperti yang dilakukan Prabu Brawijaya ketika mendapatkan pencerahan sesudah menepi di wilayah itu. “Dulu pernah ada pejabat desa yang menarik uang warga luar yang akan dimakamkan di situ. Pejabat bersangkutan langsung kena penyakit,” tutur warga Sintru sekaligus tokoh masyarakat setempat Parsono Agus Waluyo.
Bahkan, dia menuturkan petilasan Prabu Brawijaya sering digunakan warga yang tengah bermasalah. Caranya dengan memakan tanah petilasan tersebut. Bagi warga yang benar tidak terkena apa-apa, sedangkan yang ternyata bersalah langsung terkena celaka. Hingga kini, dia mengatakan petilasan Prabu Brawijaya masih banyak dikunjungi warga yang ingin melakukan semedi. Mereka mempercayai bahwa dengan semedi di tempat tersebut bisa memenuhi segala keinginan.

Dusun Sintru, lokasi jejak awal perkembangan Islam di Karanganyar


Mungkin belum banyak orang yang tahu bahwa Dusun Sintru, Desa Doplang, Karangpandan, ternyata menjadi tempat strategis bagi penyebaran agama Islam di Karanganyar. Jejaknya terlihat di bagian tengah wilayah Dusun Sintru, tak jauh dari Balaidesa Doplang. Di tempat itu  terdapat beberapa situs bangunan yang menjadi saksi sejarah perkembangan Islam di daerah Karangpandan. Masyarakat menyebut ajaran Islam telah berkembang di wilayah  ini dan Karanganyar bagian timur pada awal 1800-an.
JEJAK SEJARAH -- Sejumlah peninggalan masa awal penyebaran Islam di Karangpandan, Karanganyar, masih bisa ditemukan di Dusun Sintru, Desa Doplang, Karangpandan.(JIBI/SOLOPOS/Indah Septiyaning Wardani)
Bangunan itu adalah makam Hasan Tafsir, prasasti Kiai Imam Mubarok, payung terbuat dari batu yang digunakan sebagai pelindung panas pada masa lalu dan menyerupai bentuk bagian sumur serta Masjid Nurul Huda, masjid pertama yang berdiri di kawasan Karangpandan. Masjid ini diperkirakan dibangun pada 1800-an oleh para penyebar Islam generasi pertama. Bangunan masjid yang sederhana ini awalnya terbuat dari bambu, didirikan tak jauh dari makam dan prasasti  Kiai Imam Mubarok. Seiring perjalanan waktu, masjid ini mengalami pemugaran dan pemindahan sebanyak tiga kali.
Di masjid itu masih tersimpan sejumlah buku di antaranya catatan perjalanan Islam, ajaran agama serta ilmu pengobatan. Buku-buku ini memakai huruf Arab Jawa. “Hingga kini buku peninggalan dan berisikan catatan perjalanan Islam di tahun 1800-an ini masih terus dipelajari oleh sejumlah santri-santri dari sebuah ponpes di Ngawi,” ujar tokoh masyarakat setempat, Parsono Agus Waluyo.
Dia menuturkan ajaran agama Islam di daerah ini kali pertama disebarkan oleh Hasan Istad pada 1800-an kemudian diteruskan oleh generasi kedua yakni Kiai Imam Mubarok dan ahli tafsir Syech Hasan Tafsir. Makam penyebar ajaran Islam pertama terletak tak jauh dari situs yang masih menjadi saksi perjalanan perkembangan Islam di Karangpandan. Makam ini pun tetap diziarahi warga. Namun, warga yang memiliki syirik di makam Syech Hasan Tafsir,  dapat dipastikan akan mendapatkan celaka. “Ini pernah terjadi beberapa tahun lalu, ada warga yang berniat tidak baik ketika berdoa di depan makam,” tuturnya.
Dia menuturkan Islam di daerah ini berkembang pada 1800-an hingga 1940-an. Di tempat itu, berdiri pondok pesantren. Sayangnya, seiring   perjalanan waktu serta kurang berperannya generasi penerus, Hasan Tafsir  maupun Imam Mubarok, peninggalan sejarah Islam di daerah itu kurang terawat dan pondok pesantren itu, pada 1950-an, sudah tak ada bekasnya. Bangunan-bangunan tersebut berganti dengan permukiman penduduk. Kini, beberapa warga maupun bekas santri pondok yang sudah menyebar di berbagai daerah, dibantu santri dari Ngawi, berusaha untuk mengumpulkan kembali catatan sejarah perjalanan Islam di daerah ini.

Minggu, 22 Agustus 2010

PESANTREN Istilah pesantren berasal dari kata pe-santri-an, dimana kata "santri" berarti murid dalam Bahasa Jawa. Istilah pondok berasal dari Bahasa Arab funduuq (فندوق) yang berarti penginapan.
Khusus di Aceh, pesantren disebut juga dengan nama dayah. Biasanya pesantren dipimpin oleh seorang Kyai. Untuk mengatur kehidupan pondok pesantren, kyai menunjuk seorang santri senior untuk mengatur adik-adik kelasnya, mereka biasanya disebut lurah pondok. Tujuan para santri dipisahkan dari orang tua dan keluarga mereka adalah agar mereka dapat meningkatkan hubungan dengan kyai dan juga Tuhan.

Banyak pesantren di Indonesia hanya membebankan para santrinya dengan biaya yang rendah, meskipun beberapa pesantren modern membebani dengan biaya yang lebih tinggi. Meski begitu, jika dibandingkan dengan beberapa institusi pendidikan lainnya yang sejenis, pesantren modern jauh lebih murah. Organisasi massa (ormas) Islam yang paling banyak memiliki pesantren adalah Nahdlatul Ulama (NU).[rujukan?] Ormas Islam lainnya yang juga memiliki banyak pesantren adalah Al-Washliyah dan Hidayatullah.
[sunting] Jenis pesantren

Pesantren yang hanya mengajarkan ilmu agama Islam saja umumnya disebut pesantren salafi. Pola tradisional yang diterapkan dalam pesantren salafi adalah para santri bekerja untuk kyai mereka - bisa dengan mencangkul sawah, mengurusi empang (kolam ikan), dan lain sebagainya - dan sebagai balasannya mereka diajari ilmu agama oleh kyai mereka tersebut. Sebagian besar pesantren salafi menyediakan asrama sebagai tempat tinggal para santrinya dengan membebankan biaya yang rendah atau bahkan tanpa biaya sama sekali. Para santri, pada umumnya menghabiskan hingga 20 jam waktu sehari dengan penuh dengan kegiatan, dimulai dari shalat shubuh di waktu pagi hingga mereka tidur kembali di waktu malam. Pada waktu siang, para santri pergi ke sekolah umum untuk belajar ilmu formal, pada waktu sore mereka menghadiri pengajian dengan kyai atau ustadz mereka untuk memperdalam pelajaran agama dan al-Qur'an.

Ada pula pesantren yang mengajarkan pendidikan umum, dimana persentase ajarannya lebih banyak ilmu-ilmu pendidikan agama Islam daripada ilmu umum (matematika, fisika, dan lainnya). Ini sering disebut dengan istilah pondok pesantren modern, dan umumnya tetap menekankan nilai-nilai dari kesederhanaan, keikhlasan, kemandirian, dan pengendalian diri. Pada pesantren dengan materi ajar campuran antara pendidikan ilmu formal dan ilmu agama Islam, para santri belajar seperti di sekolah umum atau madrasah. Pesantren campuran untuk tingkat SMP terkadang juga dikenal dengan nama Madrasah Tsanawiyah, sedangkan untuk tingkat SMA dengan nama Madrasah Aliyah. Namun, perbedaan pesantren dan madrasah terletak pada sistemnya. Pesantren memasukkan santrinya ke dalam asrama, sementara dalam madrasah tidak.

Terdapat pula suatu pondok pesantren induk yang mempunyai cabang di daerah lain, dan biasanya dikelola oleh alumni pondok pesantren induk tersebut. Sebagai contoh, Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor yang terletak di Ponorogo, Jawa Timur mempunyai cabang pondok alumi, antara lain:

* Pondok Modern Arrisalah di Slahung, yang dipimpin oleh KH Ma'sum Yusuf.
* Pondok Modern Assalam Sukabumi di Sukabumi Jawa Barat yang dipimpin oleh K.Badrusyamsi, M.Pd.

[sunting] Peran sosial

Sebagai institusi sosial, pesantren telah memainkan peranan yang penting di Indonesia dan negara-negara lainnya yang penduduknya banyak memeluk agama Islam. Alumni pondok pesantren umumnya telah bertebaran di seluruh wilayah Indonesia. Beberapa alumnus pesantren juga telah berkiprah di pentas nasional, yang terkenal antara lain:

* Dr. Hidayat Nurwahid (mantan Ketua MPR RI),
* KH. Hasyim Muzadi (Ketua PB Nahdlatul Ulama),
* Prof. Nurkholish Madjid mantan (Rektor Universitas Paramadina),
* Dr. Din Syamsuddin (Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).
* KH. Abdurrahman Wahid, salah seorang kyai yang terkenal, adalah mantan Presiden Republik Indonesia. Ia adalah putra KH. Wahid Hasyim, seorang kyai yang juga tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia dan pernah dua kali menjabat Menteri Agama di Indonesia. Sementara kakeknya adalah KH. Hasyim Asy'ari, seorang pahlawan nasional Indonesia dan pendiri Nahdlatul Ulama, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia.

.......................SIMA ANTENA........................KARANGPANDAN SOLO...............085 293 222 425

.............SOLUSI PEMANCAR RADIO DAN PEMANCAR TV ANDA....................................................


Pesantren Salaf adalah sebutan bagi pondok pesantren yang mengkaji "kitab-kitab kuning" (kitab kuna). pesantren salaf identik dengan pesantren tradisional yang berbeda dengan pesantren modern dalam hal metode pengajaran dan infrastrukturnya. di pesantren salaf, hubungan antara Kyai dengan santri cukup dekat secara emosional. Kyai terjun langsung dalam menangani para santrinya.Pesantren Salaf adalah sebutan bagi pondok pesantren yang mengkaji "kitab-kitab kuning" (kitab kuna). pesantren salaf identik dengan pesantren tradisional yang berbeda dengan pesantren modern dalam hal metode pengajaran dan infrastrukturnya. di pesantren salaf, hubungan antara Kyai dengan santri cukup dekat secara emosional. Kyai terjun langsung dalam menangani para santrinya.